Belajar Bahasa Inggris

Guru Indonesia Sudah Melek Teknologi, Tapi Masih Haus Pelatihan

author img

Published on June 15, 2026

By Christian Ponto

Guru Indonesia Sudah Melek Teknologi, Tapi Masih Haus Pelatihan

Bagikan artikel:

Sebelum era digital membumi, ada kekhawatiran besar dalam dunia pendidikan yakni apakah guru mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Kini, pertanyaan tersebut mulai kehilangan relevansinya.

Guru Indonesia ternyata sudah jauh lebih adaptif dengan teknologi dari apa yang sering dibayangkan.

Mereka menggunakan aplikasi pembelajaran, memanfaatkan platform digital, mengelola tugas secara online, hingga berkomunikasi dengan siswa dan orang tua melalui berbagai kanal digital setiap hari.

Namun di balik kemajuan itu, ada satu fakta yang menarik.

Banyak guru merasa mereka masih ‘haus’ untuk belajar.

Bukan soal ketidakmampuan menggunakan teknologi.

Melainkan karena teknologi yang terus berubah, sementara kesempatan untuk meningkatkan kemampuan tidak selalu datang dengan kecepatan yang sama.

Sebuah survei, yang dilakukan oleh LearningRoom, terhadap guru SD dan SMP dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa 91% guru merasa percaya diri menggunakan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Angka yang menunjukkan bahwa transformasi digital di sekolah sebenarnya sudah berjalan cukup baik.

Menariknya, hasil dari survei yang sama, 92% guru mengaku masih membutuhkan pelatihan tambahan untuk mendukung pembelajaran digital yang lebih efektif.

Sekilas, dua fakta ini mungkin terdengar bertentangan.

Jika guru sudah percaya diri menggunakan teknologi, mengapa mereka masih merasa membutuhkan pelatihan?

Jawabannya justru menunjukkan sesuatu yang positif.

Semakin Sadar Masih Banyak yang Harus Dipelajari

Ada sebuah pola yang sering muncul pada orang-orang yang terus berkembang.

Semakin banyak yang mereka ketahui, semakin mereka menyadari bahwa masih ada banyak hal yang belum mereka kuasai.

Hal yang sama tampaknya terjadi pada banyak guru Indonesia zaman sekarang.

Mereka sudah mampu dan terbiasa menggunakan teknologi kelas digital.

Alhasil, mereka juga kian memahami bahwa pembelajaran digital bukan sekadar mampu mengoperasikan aplikasi.

Ada banyak hal lain yang perlu mereka pelajari.

Mulai dari:

Keinginan untuk terus belajar inilah yang justru menjadi sinyal baik bagi masa depan pendidikan di Indonesia.

Teknologi Berubah Lebih Cepat dari Pelatihan

Tantangan berikutnya adalah kecepatan perubahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, guru harus beradaptasi dengan:

Setiap perubahan membawa peluang.

Sekaligus menghadirkan kebutuhan belajar yang baru.

Masalahnya, tidak semua guru memiliki akses yang sama terhadap pelatihan yang relevan dan berkelanjutan.

Bagi sebagian guru, terutama yang berada di daerah dengan akses terbatas, kesempatan mengikuti pelatihan masih menjadi sesuatu yang tidak selalu mudah diperoleh.

Akibatnya, banyak guru memilih belajar secara mandiri.

Mencari tutorial sendiri.

Bergabung dengan komunitas guru.

Menonton webinar.

Atau mencoba berbagai fitur baru melalui proses trial and error.

Guru Tidak Menunggu, Mereka Bergerak Duluan

Temuan lainnya dari survei ini, yang tidak kalah menariknya adalah guru tidak menunggu semuanya sempurna sebelum mulai beradaptasi.

Mereka bergerak lebih dulu.

Mereka belajar sambil mengajar.

Mencoba sambil menjalankan kelas.

Memecahkan masalah sambil tetap memastikan proses belajar siswa tidak terganggu.

Di tengah berbagai keterbatasan yang masih ada, banyak guru menunjukkan satu hal yang sangat penting:

Kemauan untuk berkembang.

Dan dalam dunia pendidikan yang terus berubah, kemauan seperti ini sering kali menjadi modal yang paling berharga.

Pelatihan Bukan Lagi Soal Dasar Teknologi

Mungkin ada anggapan bahwa pelatihan teknologi untuk guru masih berkutat pada hal-hal dasar seperti menggunakan komputer atau mengoperasikan aplikasi.

Padahal kebutuhan guru saat ini sudah jauh berkembang.

Mereka ingin memahami:

Artinya, kebutuhan pelatihan hari ini bukan lagi tentang mengenalkan teknologi.

Tetapi tentang memaksimalkan dampak teknologi terhadap kualitas pembelajaran.

Pendidikan yang Maju Membutuhkan Guru yang Terus Bertumbuh

Ketika membicarakan transformasi pendidikan, perhatian sering kali tertuju pada perangkat, platform, atau infrastruktur.

Padahal ada satu elemen yang jauh lebih menentukan. Guru.

Karena secanggih apa pun teknologi yang digunakan di sekolah, dampaknya tidak akan maksimal tanpa guru yang memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

Dan kabar baiknya, guru Indonesia menunjukkan bahwa mereka siap untuk terus belajar.

Mereka tidak lagi bertanya apakah teknologi perlu digunakan di kelas.

Mereka sudah melangkah lebih jauh.

Pertanyaan mereka hari ini adalah:

"Bagaimana saya bisa menggunakannya dengan lebih baik untuk membantu siswa belajar?"

Mungkin, itulah salah satu alasan paling optimistis untuk melihat masa depan pendidikan Indonesia.

Karena di banyak ruang kelas hari ini, ada guru-guru yang tidak berhenti belajar bahkan setelah mereka selesai mengajar.

***

Mari Bertualang dan Belajar Bahasa Inggris di

Logo baru LearningRoom 2026

PELAJAR SENANG, PENGAJAR TENANG

INFO KONTAK DAN KERJASAMA KLIK DI SINI

Previous

10 Platform Game Belajar Bahasa Inggris

Next

Rekomendasi Game Edukatif Anak

Featured Articles

Paling banyak dibaca