Published on June 03, 2026
Bagikan artikel:
Suasana pagi di Aula Selidah, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala pada hari ini (25/5/2026) nampak lebih hidup dengan kehadiran para siswa, guru, dan tamu undangan yang penuh antusiasme mengikuti Grand Final LearningRoom English Competition (LEC) 2026. Kegiatan ini merupakan puncak kompetisi Bahasa Inggris berbasis digital yang melibatkan 62 SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Barito Kuala.
Sebanyak 30 siswa finalis dari tiga kategori lomba, yang mencakup kompetisi Cerdas Cermat, Karya Kreatif (Speech & Storytelling), serta Singing Competition, tampil aktif dan percaya diri di hadapan dewan juri. Para finalis ini telah berhasil melewati tahapan seleksi online bersama ribuan siswa SMP se-Kabupaten Barito Kuala melalui platform LearningRoom.
Seluruh kompetisi berlangsung lancar dan meriah dengan berbagai penampilan siswa yang menunjukkan kemampuan berbicara, aksi memikat, serta termasuk rasa percaya diri yang tinggi dalam menggunakan Bahasa Inggris di atas panggung.
Grand Final LEC 2026 mewujudkan keinginan siswa-siswi di Kabupaten Barito Kuala untuk menjajal ajang kompetisi yang memadukan proses seleksi digital melalui platform pembelajaran kemudian mengekpresikannya secara langsung di panggung.
Setiap kategori juga mengasah kemampuan siswa dalam Bahasa Inggris. Dari kategori lomba Cerdas Cermat, siswa peserta harus beradu kemampuan pengetahuan dan kecepatan berpikir dalam Bahasa Inggris.
Sementara pada kategori Speech & Storytelling Competition, masing-masing siswa diminta untuk menampilkan kemampuan public speaking dan kreativitas dalam menyampaikan cerita.
Adapun Singing Competition menjadi ruang apreasi terhadap minat dan bakat para siswa dalam mengekspresikan kemampuan Bahasa Inggris melalui seni dan musik.
Aksi mereka semakin membahana dengan adanya sorak dukungan dari guru pendamping dan peserta lainnya yang kian menambah semarak suasana kompetisi sejak pagi hingga siang hari.
Bupati Barito Kuala, DR. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., mengapresiasi pelaksanaan LEC 2026 yang dinilai mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih aktif dan membangun rasa percaya diri siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena mampu mendorong siswa untuk berani tampil dan menunjukkan kemampuan mereka. Ini menjadi langkah positif dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan global,” ujarnya saat menghadiri Grand Final.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, Mas Aryansyah, S.ST., M.Kom., menilai pendekatan berbasis digital dalam kompetisi ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan di daerah.
“LEC bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya belajar yang lebih aktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.
Berbeda dari kompetisi konvensional, seluruh proses seleksi awal LEC 2026 dilakukan secara daring melalui platform LearningRoom. Pendekatan berbasis teknologi ini memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus mendorong siswa untuk aktif menggunakan Bahasa Inggris dalam berbagai konteks nyata.
Perwakilan LearningRoom, Ubaidillah Akbar, Head of Business PT 8 Elements, menyampaikan bahwa kompetisi LearningRoom English Competition (LEC) dirancang bukan sekedar mencari pemenang, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif, berani tampil, dan percaya diri menggunakan Bahasa Inggris. Kompetisi LEC adalah salah satu cara kami agar proses belajar bisa lebih menyenangkan sekaligus relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam memperluas akses pembelajaran digital di sekolah.
Penyelenggaraan LEC 2026 mencerminkan semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Terlebih dengan adanya keputusan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), mulai kelas 3 dan segera berlaku pada tahun ajaran 2027/2028.
Di tengah meningkatnya kebutuhan keterampilan komunikasi global, pendekatan pembelajaran berbasis digital dan aktivitas kompetitif dinilai mampu meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi era globalisasi.
***
Previous
SAH & LearningRoom: Belajar Nyaman
Next
Game Edukasi untuk Anak SD & SMP
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
Paling banyak dibaca
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read