Belajar Bahasa Inggris

Cerita Ibu Ina Menggunakan LearningRoom di SMPN 2 Kupang: Murid Tidak Lagi Takut Bicara Bahasa Inggris!

author img

Published on January 29, 2026

By Christian Ponto

Cerita Ibu Ina Menggunakan LearningRoom di SMPN 2 Kupang: Murid Tidak Lagi Takut Bicara Bahasa Inggris!

Bagikan artikel:

Josephina Saunoah, atau yang akrab disapa Ibu Ina, adalah guru Bahasa Inggris di SMPN 2 Kupang yang dikenal tegas di kelas. Tapi justru dari ketegasan itulah murid-muridnya belajar untuk berani. Bagi dirinya, Bahasa Inggris bukan sekedar mata pelajaran, tetapi bahasa utama yang wajib digunakan selama proses belajar berlangsung. Setiap murid akan “dipaksa secara positif” agar lebih berani berbicara, bertanya, dan dapat mengekspresikan pendapat mereka dalam Bahasa Inggris.

“Anak-anak harus dibiasakan. Salah tidak apa-apa, yang penting berani,” ujar Ibu Ina. Pendekatan disiplin namun suportif inilah yang membentuk karakter murid lebih percaya diri dan terbiasa menggunakan Bahasa Inggris secara aktif.

Sesuai pepatah, bak gayung bersambut, Ibu Ina yang mendapat kesempatan menjajal LearningRoom akhirnya menemukan ‘pendamping’ yang sesuai metode pengajarannya. Ibu Ina melihat bahwa LearningRoom memiliki banyak fitur interaktif dengan konten-konten yang menarik sehingga murid pun lebih siap mengikuti aturan English-only classroom tanpa merasa tertekan.

“Dengan LearningRoom, murid punya bekal kosakata dan pemahaman materi lebih dulu. Jadi saat di kelas, mereka lebih berani berbicara,” jelasnya. Proses pembelajaran pun terasa lebih sederhana dan efektif karena murid sudah familiar dengan materi sebelum diskusi dimulai.

Mulai dari latihan soal, materi interaktif, hingga pendekatan belajar yang terasa seperti bermain, semua itu membuat murid lebih fokus dan tidak cepat bosan. Bahkan, banyak murid yang dengan sukarela membuka LearningRoom di luar jam pelajaran.

Turnamen Bahasa Inggris yang Membakar Semangat

Salah satu momen paling membanggakan bagi Ibu Ina adalah keterlibatan murid-muridnya dalam LearningRoom English Competition. Bagi murid SMPN 2 Kupang, kompetisi ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga ruang untuk membuktikan kemampuan diri.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif lomba seperti LearningRoom English Competition 1 dan 2,” kata Ibu Ina. “Anak-anak jadi punya target, semangat berlatih, dan motivasi untuk tampil lebih baik.”

Hal paling nyata adalah keberhasilan salah seorang murid unggulan dari SMPN 2 Kupang, bernama Neymar, yang menjadi juara pertama di jenjang SMP, saat pelaksanaan LEC ke-2. Prestasi yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi kian menumbuhkan rasa percaya diri murid bahwa mereka mampu bersaing secara positif.

Harapan untuk Masa Depan Pembelajaran Bahasa Inggris

Secara pribadi, Ibu Ina menganggap LearningRoom sebagai mitra belajar yang sangat relevan dalam mendukung metode pengajaran Bahasa Inggris di sekolah. Dirinya berharap keberadaan platform digital seperti LearningRoom bisa terus berkembang dan semakin banyak diakses oleh sekolah dari daerah-daerah lainnya.

“LearningRoom bukan hanya soal teknologi,” pungkasnya. “Ini tentang bagaimana kita membantu anak-anak belajar dengan cara yang mereka sukai, memahami materi dengan lebih mudah, dan berani bermimpi lebih besar.”

Dari ruang kelas SMPN 2 Kupang, kisah Ibu Ina menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif, menyenangkan, dan berdampak nyata bisa terwujud ketika guru dan teknologi berjalan beriringan.

***

Previous

Alasan Anak Wajib Mulai Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini?

Next

Pendidikan Berkualitas, Bangsa Cerdas

Featured Articles