Published on July 17, 2026
Bagikan artikel:
Awal tahun ajaran sering kali membawa semangat baru bagi anak maupun orang tua. Jadwal belajar disusun, perlengkapan sekolah dipersiapkan, dan berbagai harapan mulai dibicarakan.
Namun, semangat tersebut tidak selalu bertahan lama.
Banyak anak mulai kehilangan motivasi setelah beberapa minggu. Belajar Bahasa Inggris kembali terasa sebagai rutinitas yang harus dijalani, bukan proses yang dinikmati.
Jika Anda pernah mengalaminya, penyebabnya belum tentu karena anak tidak mampu atau tidak menyukai Bahasa Inggris. Sering kali, mereka hanya belum memiliki target belajar yang jelas dan bermakna.
Padahal, target belajar yang tepat dapat membantu anak memiliki arah, menjaga motivasi, dan membangun kebiasaan belajar yang lebih konsisten.
Banyak orang tua menganggap target belajar identik dengan nilai.
“Nilai Bahasa Inggris harus 90.”
“Harus masuk peringkat lima besar.”
Padahal, target yang hanya berfokus pada hasil justru dapat membuat anak merasa tertekan.
Yang lebih penting adalah membantu anak memiliki tujuan yang realistis, dapat dicapai, dan terasa relevan dengan kehidupannya.
Misalnya:
Target seperti ini lebih mudah dipahami anak karena mereka dapat melihat perkembangan yang terjadi sedikit demi sedikit.
Dalam psikologi pendidikan, motivasi yang berasal dari dalam diri (intrinsic motivation) terbukti lebih mampu mempertahankan kebiasaan belajar dibandingkan motivasi yang hanya bergantung pada hadiah atau hukuman.
Ketika anak merasa bahwa target tersebut adalah pilihannya sendiri, mereka tidak lagi belajar hanya karena diminta.
Mereka belajar karena ingin berkembang.
Perubahan kecil inilah yang sering kali menjadi awal dari kebiasaan belajar yang bertahan dalam jangka panjang.
Menentukan target belajar bukan berarti orang tua harus menyusun seluruh rencana belajar anak.
Sebaliknya, libatkan anak dalam prosesnya.
Cobalah mengajukan pertanyaan sederhana seperti:
Percakapan sederhana seperti ini membuat anak merasa memiliki tujuan yang sedang mereka kejar.
Ketika target disusun bersama, anak juga akan lebih bertanggung jawab terhadap prosesnya.
Agar target benar-benar membantu anak belajar lebih konsisten, cobalah lima langkah berikut.
Hindari membandingkan kemampuan anak dengan teman sekelasnya.
Sebaliknya, lihat perkembangan yang telah mereka capai. Target yang disusun berdasarkan kemampuan awal akan terasa lebih realistis dan memotivasi.
Daripada mengatakan, “Kamu harus lebih rajin belajar Bahasa Inggris,” ajak anak berdiskusi.
Misalnya, tanyakan:
“Semester ini kamu ingin bisa melakukan apa dalam Bahasa Inggris?”
Ketika anak ikut menentukan targetnya, mereka akan merasa memiliki tujuan tersebut.
Target seperti “belajar lebih giat” terdengar baik, tetapi sulit dievaluasi.
Sebaliknya, buat target yang jelas, misalnya:
Semakin spesifik targetnya, semakin mudah anak melihat kemajuannya.
Target besar sering kali terasa menakutkan.
Membaginya menjadi beberapa pencapaian kecil membuat anak lebih sering merasakan keberhasilan, sehingga motivasi mereka tetap terjaga.
Saat anak berhasil menjaga kebiasaan belajarnya selama seminggu atau berani mencoba berbicara dalam Bahasa Inggris, berikan apresiasi.
Penghargaan sederhana terhadap usaha yang dilakukan akan membantu anak memahami bahwa proses belajar sama berharganya dengan hasil akhir.
Memiliki target adalah langkah awal yang penting.
Namun, agar target tersebut benar-benar dapat dicapai, anak juga perlu mengetahui kemampuan Bahasa Inggris yang dimilikinya saat ini.
Dengan memahami titik awal belajar, orang tua dapat memilih materi, strategi, dan target yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak.
Pendekatan inilah yang membuat proses belajar menjadi lebih terarah sekaligus lebih menyenangkan.
Target belajar yang baik bukanlah target yang paling tinggi.
Target yang baik adalah target yang membuat anak terus ingin melangkah.
Luangkan waktu minggu ini untuk mengajak anak berdiskusi. Tanyakan kemampuan apa yang ingin mereka kuasai dalam Bahasa Inggris, lalu tuliskan target tersebut di tempat yang mudah mereka lihat setiap hari.
Karena perjalanan belajar yang konsisten tidak dimulai dari jadwal yang padat, melainkan dari satu tujuan yang bermakna.
Tuliskan target belajar anak Anda hari ini, lalu dampingi mereka mencapainya selangkah demi selangkah.
***
Previous
10 Tips Kepsek Tingkatkan Mutu Sekolah
Next
Game Interaktif, Belajar Inggris Efektif
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
Paling banyak dibaca
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read