Belajar Bahasa Inggris

Cara Membuat Anak Suka Belajar Bahasa Inggris

author img

Published on October 28, 2026

By Christian Ponto

Cara Membuat Anak Suka Belajar Bahasa Inggris

Bagikan artikel:

Pernah mengajak anak belajar bahasa Inggris, tetapi justru mendapat jawaban, “Nanti saja, Ma!” atau “Aku bosan!”? Situasi seperti ini mungkin terasa familiar bagi orang tua yang ingin mendukung perkembangan anak, tetapi bingung bagaimana cara membuat anak suka belajar bahasa Inggris menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan.

Kabar baiknya, kamu tidak harus menjadi guru bahasa Inggris atau menyediakan waktu berjam-jam setiap hari. Dengan kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, rumah bisa menjadi tempat bagi anak untuk mengenal bahasa Inggris secara lebih alami, tanpa merasa sedang mengerjakan tugas tambahan.

Mengapa Anak Kehilangan Minat Belajar Bahasa Inggris?

Ketika anak terlihat enggan belajar, bukan berarti mereka tidak mampu memahami bahasa Inggris. Bisa jadi, cara belajarnya belum sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka.

Menghafal banyak kosakata sekaligus, takut salah saat berbicara, atau merasa bahasa Inggris tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dapat membuat anak kehilangan minat. Terlebih setelah menjalani aktivitas sekolah, anak mungkin membutuhkan pengalaman belajar yang lebih santai.

Karena itu, langkah awal untuk membuat anak suka belajar bahasa Inggris di rumah bukanlah menambah latihan, melainkan menciptakan pengalaman yang membuat mereka merasa nyaman untuk mencoba.

7 Kebiasaan Sederhana untuk Membuat Anak Suka Belajar Bahasa Inggris

1. Kenalkan Bahasa Inggris melalui Aktivitas Sehari-hari

Anak tidak selalu harus duduk di meja belajar untuk mengenal bahasa Inggris. Benda dan kegiatan yang mereka temui setiap hari bisa menjadi kesempatan belajar yang sederhana.

Saat menyiapkan sarapan, misalnya, kamu bisa memperkenalkan kata bread, milk, atau spoon. Ketika bersiap ke sekolah, gunakan kata shoes, bag, atau good morning.

Rekomendasi: Pilih tiga benda di rumah dan sebutkan namanya dalam bahasa Inggris bersama anak. Tidak perlu menguji apakah mereka langsung mengingat semuanya.

2. Ubah Latihan Menjadi Permainan

Permainan membantu anak berinteraksi dengan bahasa Inggris tanpa selalu merasa sedang belajar. Kamu bisa mencoba tebak gambar, mencari benda berdasarkan warna, atau bermain Simon Says.

Aktivitas sederhana seperti ini juga memberikan kesempatan bagi anak untuk mendengar dan menggunakan kosakata dalam konteks yang mudah dipahami.

Rekomendasi: Ajak anak bermain “Find something red!” dan minta mereka menemukan benda berwarna merah di rumah.

3. Manfaatkan Lagu, Cerita, dan Video Pendek

Lagu anak, cerita bergambar, dan video edukatif dapat membantu anak mengenali bunyi, kosakata, serta ungkapan bahasa Inggris. Pilih konten yang sesuai dengan usia dan minat mereka, lalu nikmati bersama tanpa harus menghentikan setiap bagian untuk menjelaskan artinya.

Anak juga tidak perlu menghafal seluruh lirik atau memahami setiap kata. Mendengarkan dan mengulang bagian yang mereka sukai bisa menjadi awal yang baik.

Rekomendasi: Putar satu lagu anak berbahasa Inggris dan ajak anak menyanyikan atau mengulang satu frasa favoritnya.

4. Biasakan Membaca dan Bercerita Bersama

Buku bergambar memberikan kesempatan bagi anak untuk menghubungkan kata dengan objek, tokoh, dan kejadian. Kamu tidak harus membacakan cerita panjang atau menerjemahkan setiap kalimat.

Mulailah dengan menunjuk gambar dan mengajukan pertanyaan sederhana, seperti “What can you see?” atau “What color is it?”. Anak boleh menjawab menggunakan satu kata terlebih dahulu.

Rekomendasi: Buka satu halaman buku bergambar dan ajak anak menyebutkan tiga benda yang mereka lihat dalam bahasa Inggris.

5. Gunakan Frasa Sederhana dalam Percakapan

Bahasa Inggris terasa lebih relevan ketika anak melihat bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dari ungkapan yang mudah ditiru, seperti “Thank you,” “Here you go,” atau “I like this.”

Orang tua tidak harus fasih berbahasa Inggris untuk memulai kebiasaan ini. Kamu bisa belajar bersama anak dan mencari contoh pengucapan yang benar ketika membutuhkannya.

Rekomendasi: Pilih satu frasa bahasa Inggris untuk digunakan bersama saat makan malam atau menyiapkan camilan.

6. Hargai Keberanian Anak untuk Mencoba

Sebagian anak enggan berbicara karena takut salah atau merasa malu. Dalam situasi ini, respons orang tua sangat berarti.

Daripada langsung menunjukkan kesalahan, apresiasi dahulu keberanian mereka mencoba. Jika pengucapan atau pilihan katanya belum tepat, berikan contoh yang benar dengan ramah. Hindari membandingkan kemampuan anak dengan saudara atau teman sekelasnya.

Rekomendasi: Ketika anak mencoba kata baru, berikan apresiasi spesifik, seperti “I like how you tried saying that!”.

7. Bangun Rutinitas Singkat yang Konsisten

Belajar bahasa Inggris di rumah tidak harus berlangsung lama. Sesi lima hingga sepuluh menit dapat menjadi titik awal yang realistis, selama aktivitasnya sesuai dengan usia, minat, dan energi anak.

Kamu bisa mengganti aktivitas setiap hari agar anak tidak mudah bosan. Sesekali, biarkan mereka memilih apakah ingin bermain, mendengarkan lagu, membaca cerita, atau mencoba latihan interaktif.

Rekomendasi: Tentukan satu waktu singkat untuk bahasa Inggris dan biarkan anak memilih aktivitas yang paling mereka sukai.

Bagaimana Jika Anak Menolak atau Malu Berbicara Bahasa Inggris?

Jangan langsung menganggap anak malas belajar bahasa Inggris. Anak mungkin lelah, belum tertarik pada aktivitas yang ditawarkan, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa percaya diri.

Jika anak menolak berbicara, mulailah dari aktivitas yang tidak menuntut jawaban lisan, seperti mendengarkan lagu, menunjuk gambar, atau memilih jawaban dari dua pilihan. Kamu juga bisa menawarkan beberapa aktivitas agar anak merasa memiliki kendali.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Herri Mulyono, anggota Tim Pengembang Program PKGSD-MBI di Kemendikdasmen, yang menekankan pentingnya pembelajaran bahasa Inggris yang kontekstual dan menyenangkan. Ia menyatakan:

“Fokusnya bukan pada hafalan semata, tetapi pada bagaimana murid berani menggunakan bahasa dalam situasi sederhana sehari-hari.” (Sumber: Kemendikdasmen, 2 April 2026.)

Pandangan tersebut mengingatkan kita bahwa anak perlu mendapatkan kesempatan menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang dekat dengan kehidupan mereka, bukan hanya menghafalkan kata-kata dari buku.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, juga menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dalam pemberitaan ANTARA pada Oktober 2025, ia menyampaikan:

“Salah-salah tidak apa-apa yang penting mereka punya kepercayaan diri untuk untuk menggunakan bahasa itu.” (Sumber: ANTARA, 22 Oktober 2025.)

Pesan penting bagi orang tua bahwa anak tidak harus langsung berbicara dengan sempurna untuk dapat dikatakan berkembang. Kesalahan merupakan bagian dari proses belajar, sementara keberanian untuk mencoba perlu mendapat ruang.

Apa yang Realistis Diharapkan Berdasarkan Usia Anak?

Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda. Namun, orang tua dapat menyesuaikan aktivitas dengan tahap belajar anak tanpa menjadikan usia sebagai batas kemampuan yang kaku.

Untuk kelas awal SD (kelas 1–3)

Utamakan pengenalan bunyi, kosakata sederhana, lagu, gambar, permainan, dan instruksi singkat. Anak boleh memulai dengan mendengarkan, menunjuk gambar, menirukan kata, atau menjawab menggunakan satu kata. Tidak perlu menuntut mereka langsung membuat kalimat panjang atau menguasai tata bahasa.

Untuk kelas tinggi SD (kelas 4–6)

Anak dapat mulai didorong menggunakan frasa dan kalimat sederhana dalam konteks yang familier, seperti memperkenalkan diri, menceritakan kegiatan favorit, atau mengungkapkan kesukaan. Berikan kesempatan untuk mencoba berbicara dan menulis, sambil tetap memberikan koreksi secara ramah.

Pada kedua kelompok usia tersebut, tujuan awal belajar bahasa Inggris anak SD di rumah bukanlah mengejar kesempurnaan, melainkan membangun pengalaman belajar yang positif. Ketika anak mulai tertarik mencoba, memahami ungkapan sederhana, atau menggunakan kata baru secara spontan, itu bisa menjadi tanda kemajuan yang patut diapresiasi.

Contoh Jadwal Belajar Bahasa Inggris Sederhana Selama Seminggu

Agar lebih mudah diterapkan, kamu bisa mencoba ritme mingguan berikut.

Hari Aktivitas Durasi
Senin Mengenal kosakata benda di rumah 5 menit
Selasa Bermain tebak kata atau warna 5-10 menit
Rabu Mendengarkan lagu bahasa Inggris 5-10 menit
Kamis Membaca buku bergambar 5-10 menit
Jumat Menggunakan frasa sederhana 5 menit
Sabtu Memilih permainan favorit 10 menit
Minggu Mengulang aktivitas yang disukai 5-10 menit

Jadwal ini bukan target wajib. Sesuaikan dengan rutinitas keluarga dan kondisi anak. Jika satu hari terlewat, kamu bisa melanjutkannya kembali tanpa perlu mengganti waktu yang hilang.

Yang terpenting adalah menemukan pola yang dapat dijalankan keluarga secara berkelanjutan. Beberapa anak mungkin lebih menyukai lagu dan permainan, sedangkan yang lain lebih tertarik pada cerita atau percakapan. Berikan ruang untuk mencoba berbagai aktivitas sampai kamu menemukan pendekatan yang paling sesuai.

Mulai dari Satu Kebiasaan Hari Ini

Cara membuat anak suka belajar bahasa Inggris tidak harus rumit. Kamu bisa memulainya dengan satu permainan, satu lagu, atau beberapa kata yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Tidak perlu memaksakan ketujuh kebiasaan sekaligus atau merasa bersalah ketika rutinitas tidak berjalan sesuai rencana. Pilih satu aktivitas yang paling mudah dilakukan, lalu bangun kebiasaan secara bertahap.

Jika anak mulai menikmati prosesnya, kamu bisa memperkenalkan variasi aktivitas dan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. LearningRoom, misalnya, menyediakan latihan bahasa Inggris interaktif yang dapat menjadi pilihan pendamping untuk membantu anak berlatih secara mandiri.

Orang tua tidak harus menciptakan rutinitas yang sempurna. Dengan waktu singkat, dukungan yang positif, dan kesempatan untuk mencoba tanpa takut salah, kamu dapat membantu anak membangun hubungan yang lebih menyenangkan dengan bahasa Inggris—satu kebiasaan kecil dalam satu waktu.

Ingin mendapatkan lebih banyak ide dan inspirasi belajar bahasa Inggris untuk anak? Berlangganan LearningRoom Monthly Newsletter untuk mengikuti artikel dan sumber belajar terbaru dari LearningRoom.

***

Mari Bertualang dan Belajar Bahasa Inggris di

Logo baru LearningRoom 2026

PELAJAR SENANG, PENGAJAR TENANG

INFO KONTAK DAN KERJASAMA KLIK DI SINI

Previous

Pendidikan Berkualitas, Bangsa Cerdas

Next

Sosialisasi LearningRoom di Kupang Berjalan Lancar dan Siap Pakai di Sekolah Bulan Juli 2024

Featured Articles

Paling banyak dibaca