Belajar Bahasa Inggris

Panduan Lengkap Lesson Plan Bahasa Inggris untuk Guru

author img

Published on August 28, 2026

By Christian Ponto

Panduan Lengkap Lesson Plan Bahasa Inggris untuk Guru

Bagikan artikel:

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan seorang guru sebelum pembelajaran dimulai.

Materi apa yang akan diajarkan hari ini? Apa yang sebenarnya perlu dipahami atau mampu dilakukan peserta didik setelah pembelajaran selesai? Aktivitas seperti apa yang cocok untuk kemampuan mereka? Berapa banyak waktu yang dibutuhkan? Bagaimana jika sebagian peserta didik sudah memahami materi, sementara yang lain masih membutuhkan bantuan?

Dan ketika semua pertanyaan itu belum cukup, guru juga masih perlu memikirkan media pembelajaran, sumber belajar, asesmen, hingga rencana alternatif jika kegiatan yang sudah disiapkan ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Bagi guru yang telah bertahun-tahun mengajar, sebagian proses tersebut mungkin sudah menjadi kebiasaan. Namun bagi guru Bahasa Inggris yang baru melakoni profesi ini, persiapan mengajar bisa terasa seperti menyusun banyak potongan yang belum tentu mudah disatukan.

Tidak jarang, waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengembangkan ide pembelajaran justru habis untuk mencari contoh, menyesuaikan format, atau mencoba menyusun dokumen dari halaman kosong.

Padahal, sebuah lesson plan Bahasa Inggris seharusnya tidak dibuat sekadar untuk memenuhi kebutuhan administrasi.

Lesson plan seharusnya membantu guru menjawab pertanyaan yang jauh lebih penting:

Ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut memiliki jawaban yang jelas, persiapan mengajar tidak lagi hanya berupa daftar materi atau rangkaian aktivitas.

Guru mulai memiliki sebuah peta.

Peta tersebut membantu menghubungkan tujuan pembelajaran, materi, fokus bahasa, aktivitas, sumber daya, hingga asesmen dalam satu alur yang lebih terarah.

Dalam konteks pendidikan di Indonesia, guru mungkin mengenal berbagai istilah untuk dokumen perencanaan pembelajaran. Ada yang terbiasa menggunakan istilah RPP, sementara istilah modul ajar juga semakin familiar digunakan.

Namun, apapun format yang digunakan, tantangan dasarnya tetap sama: bagaimana merencanakan pembelajaran yang jelas, realistis, dan benar-benar dapat digunakan ketika guru berada di dalam kelas?

Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari cara menyusun lesson plan Bahasa Inggris secara bertahap—mulai dari menentukan arah dan tujuan pembelajaran, memilih materi dan fokus bahasa, merancang langkah-langkah pembelajaran, hingga menyiapkan asesmen dan aktivitas tindak lanjut.

Artikel ini juga dilengkapi dengan contoh penerapan untuk berbagai kebutuhan pembelajaran serta template lesson plan Bahasa Inggris yang dapat digunakan sebagai titik awal untuk menyusun rencana pembelajaran Anda sendiri.

Jadi, jika selama ini menyusun lesson plan terasa seperti memulai dari halaman kosong setiap kali akan mengajar, mari mulai dari satu hal yang lebih sederhana:

Bukan dengan bertanya, “Apa yang harus saya tulis?”, tetapi, “Apa yang saya ingin peserta didik mampu lakukan setelah mereka belajar?”

Dari situlah sebuah pembelajaran dapat mulai direncanakan.


Apa Itu Lesson Plan Bahasa Inggris?

Secara sederhana, lesson plan adalah rencana pembelajaran yang membantu guru mempersiapkan arah, proses, dan cara melihat perkembangan belajar peserta didik.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, lesson plan dapat membantu guru merencanakan:

⇢ apa yang ingin dicapai peserta didik; 
⇢ materi atau konsep yang akan dipelajari; 
⇢ kosakata, ungkapan, atau unsur bahasa yang menjadi fokus; 
keterampilan berbahasa yang ingin dikembangkan; 
⇢ aktivitas guru dan peserta didik; 
⇢ sarana dan sumber belajar; 
⇢ bentuk asesmen; 
⇢ aktivitas atau tindak lanjut setelah pembelajaran.

Dengan kata lain, lesson plan membantu guru menjawab empat pertanyaan dasar:

Lesson plan yang baik tidak harus menjadi dokumen yang panjang. Yang lebih penting adalah adanya hubungan yang jelas antara tujuan, materi, aktivitas, dan asesmen.


Lesson Plan, RPP, atau Modul Ajar: Apa Bedanya?

Guru di Indonesia mungkin menggunakan istilah yang berbeda ketika membicarakan perencanaan pembelajaran.

Ada yang menggunakan istilah:

Dalam artikel ini, istilah lesson plan Bahasa Inggris digunakan sebagai istilah utama karena pembahasan berfokus pada bagaimana guru merencanakan satu proses pembelajaran secara terstruktur.

Sementara itu, struktur yang dibahas dapat digunakan sebagai referensi dan disesuaikan untuk menyusun modul ajar Bahasa Inggris atau perangkat pembelajaran sesuai kebutuhan sekolah.

Karena itu, fokus utama artikel ini bukan sekadar pada nama dokumennya, melainkan pada pertanyaan yang lebih penting:

Apakah rencana pembelajaran tersebut benar-benar membantu guru merancang proses belajar yang lebih terarah?

Jika jawabannya ya, maka dokumen tersebut telah menjalankan fungsi utamanya.


Mengapa Lesson Plan Penting bagi Guru Bahasa Inggris?

Mengajar Bahasa Inggris bukan hanya soal menjelaskan arti kata atau meminta peserta didik mengerjakan latihan.

Dalam satu pembelajaran, peserta didik mungkin perlu:

⇢  mendengarkan bahasa; 
⇢  memahami kosakata;
⇢  mengenali pola bahasa;
⇢  membaca atau mengamati teks;
⇢  berlatih menulis;
⇢  berbicara;
⇢  menggunakan bahasa dalam konteks tertentu. 

Tanpa perencanaan yang cukup jelas, pembelajaran dapat berubah menjadi sekadar kumpulan aktivitas.

Misalnya, peserta didik:

Semua aktivitas tersebut bisa menarik. Namun guru tetap perlu bertanya:

Apa kemampuan yang sebenarnya sedang dikembangkan melalui aktivitas ini?

Di sinilah lesson plan membantu.

Lesson plan akan menjadi peta pembelajaran, agar guru memiliki gambaran tentang apa yang perlu dilakukan sebelum masuk kelas dan lebih siap menghadapi alur pembelajaran yang telah dirancang.


Cara Membuat Lesson Plan Bahasa Inggris

Tidak ada satu format baku yang wajib digunakan oleh semua guru.

Sebuah lesson plan Bahasa Inggris SD sangat mungkin berbeda dengan lesson plan untuk SMP atau SMA. Perbedaan tersebut bisa meliputi:

Namun, terlepas dari perbedaannya, ada sejumlah komponen yang dapat membantu guru menyusun rencana pembelajaran dengan lebih sistematis.

Berikut urutan pengisian template Lesson Plan Bahasa Inggris LearningRoom, yang disusun dengan mengacu pada komponen perencanaan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka.

1. Identitas Pembelajaran

Bagian pertama memberikan konteks dasar terhadap pembelajaran yang akan dirancang.

Guru dapat mencantumkan informasi seperti:

Bagian ini memang sederhana, tetapi membantu memastikan bahwa seluruh perencanaan berikutnya sesuai dengan konteks pembelajaran.

2. Capaian Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran

Bagian ini membantu guru memastikan arah pembelajaran sebelum menentukan aktivitasnya.

Kesalahan yang cukup umum adalah langsung mencari permainan, worksheet, atau video materi sebelum benar-benar mengetahui kemampuan apa yang ingin dikembangkan.

Padahal, perencanaan yang lebih terarah dapat dimulai dari pertanyaan:

Kemampuan apa yang ingin dikembangkan?
Kemudian:
Apa yang diharapkan mampu dilakukan peserta didik setelah pembelajaran ini?

a. Capaian Pembelajaran
Capaian Pembelajaran dapat digunakan untuk menggambarkan arah kemampuan yang ingin dikembangkan dalam lingkup yang lebih luas.

Contoh:
Peserta didik mampu menggunakan Bahasa Inggris sederhana untuk berinteraksi dan menyampaikan informasi diri dalam situasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

b. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran lebih spesifik terhadap kegiatan belajar yang sedang dirancang. Agar tetap fokus, guru dapat menentukan hingga tiga tujuan utama.

Contoh:
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

Tujuan inilah yang kemudian menjadi dasar dalam menentukan materi, aktivitas, dan bentuk asesmen.

3. Sarana, Prasarana, dan Sumber Belajar

Sebuah pembelajaran yang baik tidak hanya dirancang berdasarkan kondisi ideal.

Guru juga perlu mempertimbangkan apa yang tersedia dan apa yang benar-benar dapat digunakan.

Dalam template LearningRoom, bagian ini dapat dibagi menjadi empat komponen.

a. Sarana dan Media Pembelajaran
Cantumkan perangkat, alat, media, dan bahan yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.

Contohnya:
⇢  laptop;
⇢  proyektor;
⇢  papan tulis;
⇢  flashcards;
⇢  worksheet;
⇢  speaker;
⇢  gambar;
⇢  video pembelajaran. 

b. Prasarana dan Akses
Bagian ini mencakup ruang, fasilitas, konektivitas, dan dukungan akses yang dibutuhkan.

Contohnya:
⇢  ruang kelas;
⇢  koneksi internet;
⇢  perangkat digital;
⇢  ruang untuk aktivitas kelompok;
⇢  speaker bersama. 

c. Sumber Belajar
Sumber belajar dapat berasal dari berbagai tempat, misalnya:
⇢  buku teks;
⇢  materi digital;
⇢  video atau audio;
⇢  lingkungan sekitar;
⇢  pengalaman peserta didik;
⇢  narasumber;
⇢  bahan bacaan lainnya. 

d. Catatan dan Alternatif Penggunaan
Bagian ini dapat digunakan untuk mencatat:
⇢  tautan materi;
⇢  kebutuhan aksesibilitas;
⇢  sumber tertentu;
⇢  alternatif kegiatan apabila sarana utama tidak tersedia. 

Contoh:
Jika proyektor atau koneksi internet tidak dapat digunakan, guru menggunakan flashcards dan contoh dialog yang telah dicetak.

Perencanaan alternatif seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat membuat lesson plan jauh lebih realistis untuk digunakan.

4. Materi dan Fokus Pembelajaran

Setelah mengetahui tujuan pembelajaran, guru perlu menentukan apa yang benar-benar akan dipelajari peserta didik. Bagian ini membantu lesson plan menjadi lebih spesifik.

a. Materi atau Konsep Utama

Gunakan pertanyaan:
Apa materi, konsep, atau topik utama yang akan dipelajari peserta didik?

Contoh:
Greeting & Introducing Yourself, termasuk penggunaan ungkapan salam, memperkenalkan nama, dan memberikan informasi diri sederhana.

b. Teks dan Konteks Penggunaan
Tidak semua pembelajaran Bahasa Inggris harus berpusat pada satu jenis teks.

Guru dapat menggunakan:
⇢  dialog;
⇢  narrative text;
⇢  descriptive text;
⇢  procedure text;
⇢  recount text;
⇢  audio;
⇢  video;
⇢  gambar;
⇢  teks informatif. 

Selain bentuk input, guru juga dapat menjelaskan konteks penggunaan bahasa.

Contoh:
Percakapan sederhana antara dua orang yang baru bertemu.

Konteks akan membantu peserta didik memahami bahwa bahasa tidak digunakan secara terpisah dari situasi.

c. Fokus Bahasa

Di bagian ini, guru menentukan unsur bahasa yang benar-benar menjadi fokus. Guru tidak perlu mengisi seluruh komponen. Pilih hanya yang relevan dengan tujuan pembelajaran.

⇢  Kosakata;
Contoh: Hello, hi, good morning, name, age, friend, dan nice to meet you.

⇢  Fungsi Bahasa atau Ungkapan
Contoh: Menyapa, menanyakan kabar, memperkenalkan diri, dan merespons perkenalan.

⇢  Tata Bahasa dan Fitur Kebahasaan
Contoh: I am...My name is...What is your name?, serta penggunaan personal pronoun seperti I dan my.

⇢  Pelafalan atau Phonics
Contoh: Pelafalan ungkapan hello dan hi, serta penggunaan intonasi dalam pertanyaan sederhana.

⇢  Ejaan dan Tanda Baca
Contoh: Penggunaan huruf kapital pada nama dan awal kalimat serta tanda tanya pada pertanyaan sederhana.

d. Keterampilan dan Strategi
Selanjutnya, tentukan keterampilan utama yang ingin dikembangkan.

Misalnya:

Guru juga dapat menentukan strategi yang digunakan peserta didik.

Contoh pada Narrative Text:
Menemukan gagasan utama, mengidentifikasi informasi penting, membuat inferensi, dan merangkum cerita.

Contoh pada pembelajaran Speaking:
Menggunakan sentence starters, berlatih bersama pasangan, dan melakukan role-play.

Dengan demikian, guru tidak hanya menentukan apa yang dipelajari, tetapi juga bagaimana peserta didik akan belajar dan menggunakan kemampuan tersebut.

5. Langkah-langkah Pembelajaran

Bagian ini menjelaskan bagaimana rencana pembelajaran diterjemahkan menjadi kegiatan di kelas.

Untuk memudahkan pengisian, langkah-langkah pembelajaran dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar:

Setiap tahap dapat berisi informasi tentang:
⇢  tahap kegiatan; 
⇢  durasi;
⇢  aktivitas guru; 
⇢  aktivitas peserta didik.

A. Kegiatan Pembuka
Tahap ini membantu membangun kesiapan belajar dan menghubungkan pembelajaran baru dengan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki peserta didik.

Pemanasan

⇢  Aktivitas Guru
Guru menyapa peserta didik menggunakan beberapa ungkapan sederhana seperti HelloHi, dan Good Morning.

⇢  Aktivitas Peserta Didik
Peserta didik merespons salam dan menirukan pelafalan ungkapan yang digunakan.

Apersepsi

⇢  Aktivitas Guru
Guru menunjukkan gambar dua orang yang sedang bertemu dan mengajukan pertanyaan sederhana untuk menggali pengalaman peserta didik.

⇢  Aktivitas Peserta Didik
Peserta didik mengamati gambar dan menjawab berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki.

B. Kegiatan Inti
Tahap inti memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami, berlatih, dan menggunakan bahasa.

Presentasi
Guru memperkenalkan materi, kosakata, ungkapan, atau contoh penggunaan bahasa.

⇢  Aktivitas Guru
Memperkenalkan kosakata dan ungkapan greeting serta memodelkan pelafalan dan dialog sederhana.

⇢  Aktivitas Peserta Didik
Mendengarkan, mengamati, dan mengulang ungkapan yang diperkenalkan.

Latihan Terbimbing
Peserta didik mulai berlatih dengan bantuan, contoh, atau scaffolding.

⇢  Aktivitas Guru
Memberikan contoh dialog dan sentence starters untuk membantu peserta didik berlatih.

⇢  Aktivitas Peserta Didik
Melengkapi dialog dan mempraktekkannya secara berpasangan.

Produksi
Peserta didik mulai menggunakan bahasa secara lebih mandiri.

⇢  Aktivitas Guru
Mengamati aktivitas peserta didik dan memberikan bantuan seperlunya.

⇢  Aktivitas Peserta Didik
Melakukan role-play untuk menyapa dan memperkenalkan diri kepada teman.

C. Kegiatan Penutup
Tahap penutup membantu peserta didik meninjau kembali pembelajaran sekaligus memahami langkah berikutnya. Bagian ini dapat mencakup:

Penyimpulan
Guru dan peserta didik merangkum kembali hal-hal utama yang telah dipelajari.

Pengecekan Pemahaman
Guru melakukan aktivitas singkat untuk melihat pemahaman peserta didik.

Contoh:
Peserta didik diminta memperkenalkan diri dalam dua atau tiga kalimat.

Refleksi
Peserta didik dapat menjawab pertanyaan sederhana seperti:

What did you learn today?
atau:
What was easy or difficult for you?

Umpan Balik
Guru memberikan apresiasi dan masukan terhadap proses maupun hasil belajar.

Tindak Lanjut
Guru menyampaikan kegiatan berikutnya, misalnya:
⇢  latihan tambahan;
⇢  remedial;
⇢  pengayaan;
⇢  persiapan materi berikutnya. 

Tidak semua tahap harus digunakan secara kaku. Guru dapat menyesuaikannya dengan durasi, materi, dan kebutuhan peserta didik.

6. Asesmen Pembelajaran

Penilaian dalam pembelajaran Bahasa Inggris tidak selalu harus berupa tes tertulis.

Cara menilai siswa SD dapat berbeda dengan cara menilai siswa SMP atau SMA. Bentuk penilaian juga perlu disesuaikan dengan kemampuan yang ingin diamati.

Misalnya, kemampuan speaking lebih relevan diamati melalui percakapan atau performa. Sementara kemampuan reading mungkin membutuhkan aktivitas membaca dan memahami teks.

Karena itu, guru dapat merencanakan tiga fungsi utama asesmen.

a. Asesmen Diagnostik
Digunakan untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan awal peserta didik.

Bentuk Asesmen:
Tanya jawab singkat dan brainstorming.

Apa yang Diamati atau Diketahui?
Kemampuan awal peserta didik dalam mengenali dan menggunakan ungkapan greeting dan self-introduction.

b. Asesmen Formatif
Digunakan untuk memantau perkembangan dan pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran.

Bentuk Asesmen:
Observasi selama latihan dialog.

Apa yang Diamati atau Dinilai?
Kemampuan menggunakan ungkapan, memperkenalkan diri, serta kejelasan pelafalan.

c. Asesmen Sumatif
Digunakan untuk melihat pencapaian peserta didik setelah menyelesaikan materi atau rangkaian pembelajaran.

Bentuk Asesmen:
Praktek percakapan sederhana secara berpasangan.

Apa yang Dinilai?
Kemampuan peserta didik menggunakan ungkapan greeting dan memperkenalkan diri secara mandiri dalam percakapan sederhana.

* Bagaimana dengan Rubrik Penilaian?
Tidak ada satu rubrik yang cocok untuk seluruh pembelajaran.

Rubrik dapat berbeda berdasarkan:
⇢  jenjang peserta didik; 
⇢  tujuan pembelajaran; 
⇢  keterampilan yang dinilai; 
⇢  jenis tugas; 
⇢  tingkat kompleksitas materi. 

Untuk pembelajaran speaking tingkat dasar, misalnya, kriteria dapat mencakup:
⇢  penggunaan ungkapan; 
⇢  kejelasan pelafalan; 
⇢  kemampuan berkomunikasi. 

Pada tingkat yang lebih tinggi, aspek penilaian dapat berkembang menjadi:
content
⇢  organization
⇢  vocabulary
⇢  grammar
⇢  pronunciation
⇢  fluency

Karena itu, lesson plan tidak harus memuat semua detail rubrik. Guru dapat mencantumkan bentuk asesmen dan aspek yang akan diamati, kemudian menggunakan instrumen atau rubrik yang sesuai.

7. Aktivitas Pembelajaran dan Tindak Lanjut

Pembelajaran tidak selalu berhenti ketika peserta didik meninggalkan kelas.

Guru dapat merancang aktivitas tambahan untuk membantu mereka memperkuat, menerapkan, atau melanjutkan proses belajar.

a. Aktivitas Pembelajaran
Contoh format sederhana yang dapat digunakan:

Aktivitas

Deskripsi / Instruksi

Sumber Daya

Find Your Partner

Peserta didik mencari pasangan berdasarkan kartu informasi, kemudian saling menyapa dan memperkenalkan diri.

Conversation cards

Introduce Your Friend

Peserta didik mewawancarai teman lalu memperkenalkannya kepada kelompok.

Worksheet dan alat tulis

Mini Role-play

Peserta didik melakukan percakapan dalam situasi bertemu seseorang untuk pertama kali.

Role-play prompt cards

Dengan format seperti ini, guru dapat langsung melihat hubungan antara aktivitas dan sumber daya yang diperlukan.

b. Tugas dan Aktivitas Lanjutan
Tidak semua kegiatan setelah pembelajaran harus menjadi pekerjaan rumah wajib.

Guru dapat menentukan statusnya sebagai:  Wajib atau  Opsional

Contoh Aktivitas Wajib:

My Self-Introduction Card
Peserta didik membuat kartu perkenalan sederhana yang berisi nama, usia, dan informasi singkat tentang diri menggunakan kalimat yang telah dipelajari.

Contoh Aktivitas Opsional:

Practice at Home
Peserta didik berlatih memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris kepada anggota keluarga.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi guru untuk merancang kegiatan lanjutan yang lebih fleksibel daripada sekadar memberikan PR.

8. Teacher Reflection

Setelah pembelajaran selesai, lesson plan tidak harus langsung ditutup. Bagian Teacher Reflection dapat membantu guru mencatat apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang perlu dipertimbangkan pada pembelajaran berikutnya.

Guru dapat menggunakan pertanyaan seperti:
⇢  Bagian mana dari pembelajaran yang berjalan dengan baik? 
⇢  Aktivitas apa yang paling membantu peserta didik? 
⇢  Bagian mana yang membutuhkan waktu lebih lama dari rencana? 
⇢  Kesulitan apa yang dialami peserta didik? 
⇢  Apa yang perlu disesuaikan pada pembelajaran berikutnya? 

Refleksi tidak harus panjang.

Bahkan beberapa catatan sederhana setelah mengajar dapat membantu guru membangun perencanaan pembelajaran yang lebih baik dari waktu ke waktu.


Contoh Lesson Plan Bahasa Inggris SD, SMP, dan SMA

Struktur lesson plan dapat digunakan pada berbagai jenjang. Yang perlu disesuaikan adalah kompleksitas materi, aktivitas, dan kemampuan yang ingin dicapai.

Lesson Plan Bahasa Inggris SD

Pembelajaran dapat lebih banyak menggunakan:
⇢  gambar;
⇢  lagu;
⇢  permainan;
⇢  dialog pendek;
⇢  aktivitas berpasangan;
⇢  visual dan contoh konkret.

Contoh Topik: Greeting & Introducing Yourself

Fokus: Menggunakan ungkapan sederhana untuk menyapa dan memperkenalkan diri.

Lesson Plan Bahasa Inggris SMP

Peserta didik dapat mulai menghadapi:
⇢ teks yang lebih terstruktur; 
⇢ aktivitas kolaboratif; 
⇢ diskusi sederhana; 
⇢ pengembangan berbagai keterampilan berbahasa. 

Contoh Topik: Describing People

Fokus: Mendeskripsikan seseorang menggunakan kosakata dan struktur bahasa yang sesuai.

Lesson Plan Bahasa Inggris SMA

Pada jenjang ini, peserta didik dapat menghadapi aktivitas dengan tingkat analisis dan kemandirian yang lebih tinggi. Misalnya:
⇢ analisis teks; 
⇢ diskusi; 
⇢ presentasi;
writing task
⇢ proyek; 
⇢ penyampaian dan pengembangan argumentasi. 

Contoh Topik: Expressing Opinions and Arguments

Fokus: Menyampaikan dan mendukung pendapat menggunakan alasan dan bahasa yang sesuai.

Struktur lesson plan tetap dapat digunakan. Yang berubah adalah kedalaman materi, bentuk aktivitas, dan kompleksitas kemampuan yang diharapkan.


Tips Membuat Lesson Plan Bahasa Inggris yang Lebih Efektif

Berikut beberapa prinsip yang dapat membantu.

1. Mulai dari kemampuan yang ingin dicapai

Jangan langsung mencari aktivitas.

Tanyakan terlebih dahulu:

Setelah pembelajaran selesai, apa yang dapat dilakukan peserta didik?

Jawaban ini akan membantu menentukan materi, aktivitas, dan asesmen.

2. Jangan memasukkan terlalu banyak fokus dalam satu pertemuan

Guru mungkin ingin mengajarkan:
⇢  kosakata; 
⇢  grammar; 
⇢  speaking
⇢  listening
⇢  pronunciation
⇢  writing

Namun semuanya tidak selalu harus menjadi fokus utama dalam satu pembelajaran.

Tentukan prioritas.

Contohnya:
Fokus utama: Speaking
Fokus bahasa: Greeting dan Self-Introduction
Keterampilan pendukung: Listening

Dengan fokus yang lebih jelas, pembelajaran juga lebih mudah dirancang.

3. Rancang aktivitas dari terbimbing menuju mandiri

Struktur sederhana di bawah ini dapat digunakan:

Guru memberikan contoh

Peserta didik berlatih dengan bantuan

Peserta didik menggunakan bahasa secara lebih mandiri

Pendekatan seperti ini sangat membantu dalam pembelajaran speaking maupun writing.

4. Sesuaikan dengan kondisi nyata

Lesson plan yang baik bukan lesson plan dengan aktivitas terbanyak.

Pertimbangkan:
⇢  jumlah peserta didik; 
 durasi pembelajaran; 
 fasilitas;
 akses internet; 
 kemampuan peserta didik. 

Satu aktivitas sederhana yang dapat dilaksanakan dengan baik sering kali lebih efektif daripada lima aktivitas yang tidak selesai.

5. Siapkan alternatif

Tanyakan:

Catatan sederhana tentang alternatif dapat membuat lesson plan lebih siap menghadapi kondisi nyata di kelas.

6. Gunakan asesmen untuk membantu proses belajar

Asesmen formatif dapat membantu guru mengetahui:

Dengan begitu, asesmen tidak hanya digunakan untuk memberikan nilai, tetapi juga membantu guru mengambil keputusan selama proses pembelajaran.

Download Template Lesson Plan Bahasa Inggris Gratis

Lesson plan instan, hemat waktu! 🎓 Template gratis dari LearningRoom siap mendukung guru Bahasa Inggris di kelas maupun rumah.

Gunakan template ini sebagai awal, lalu sesuaikan dengan siswa, jenjang, tujuan, dan konteks mengajar Anda.

***

Previous

Potensi AI dan Arah Baru Pendidikan di Indonesia

Next

5 Aplikasi Bahasa Inggris Pendukung Kelas

Featured Articles

Paling banyak dibaca

image subs

Suka dengan Artikel Ini?

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan artikel menarik dan penawaran khusus langsung melalui email.

Gratis dan berhenti berlangganan kapan saja.

icon send email

Ingin membaca lebih banyak artikel seperti ini?

Berlangganan newsletter bulanan kami.