Published on June 04, 2026
Bagikan artikel:
Banyak orang tua masih sangat khawatir dan merasa belum cukup membantu masa depan anak, terutama dalam hal kemampuan Bahasa Inggris mereka.
Padahal, menurut para ahli pendidikan, melalui hal-hal kecil yang dapat dilakukan secara rutin justru akan lebih efektif dari pada sesi belajar panjang yang melelahkan (habit stacking).
Di tengah kesibukan keluarga modern, meluangkan waktu hanya 15 menit sehari dapat memberi dampak besar bagi kemampuan Bahasa Inggris anak, dalam membangun rasa percaya diri, menambah kosakata, dan membangkitkan semangat belajar anak tanpa membuat orang tua maupun anak merasa terbebani.
Malam itu, layaknya ibu rumah tangga pada umumnya, setelah membereskan dapur dan menyiapkan kebutuhan sekolah untuk esok hari, Lina Pratiwi duduk di samping anak-anaknya yang sedang menonton video lewat smartphone.
Sesekali, muncul pertanyaan kecil di dalam pikirannya:
"Apakah kemampuan Bahasa Inggris mereka cukup?"
"Nanti kalau sudah besar, apakah mereka akan tertinggal?"
"Apa saya harus memasukkan mereka ke kursus mahal seperti anak-anak lain?"
Sebagai ibu, tentu ia ingin memberikan yang terbaik.
Namun di antara pekerjaan rumah, mengurus keluarga, tugas sekolah anak, dan kelelahan sehari-hari, mencari waktu tambahan untuk mendampingi belajar sering kali terasa tidak mudah.
Dan mungkin tanpa disadari, banyak orang tua masa kini merasakan hal yang sama: ingin membantu masa depan anak, tetapi bingung harus mulai dari mana.
Terlebih ketika media sosial dipenuhi:
Tanpa sadar, banyak ibu mulai percaya bahwa membantu anak belajar Bahasa Inggris harus mahal, rumit, dan menyita banyak waktu.
Padahal, para ahli pendidikan justru mulai menunjukkan hal yang berbeda:
Konsistensi sering kali lebih penting daripada durasi panjang.
Bahkan, hanya 15 menit sehari sudah cukup untuk memulai perubahan kecil yang berdampak besar dalam jangka panjang.
Selama ini, sejumlah orang tua menilai bahwa durasi 15 menit terlalu singkat untuk memberikan hasil.
Padahal secara psikologis, justru di situlah kekuatannya.
Saat anak tahu belajar hanya berlangsung sebentar, mereka cenderung lebih mudah diajak.
15 menit terasa ringan. Tidak melelahkan. Tidak menakutkan.
Perbedaan kecil ini sangat berpengaruh pada emosi anak.
Alih-alih berpikir, “Aduh, belajar lagi…”
anak mulai merasa: “Sebentar saja kok. Aku bisa.”
Penelitian tentang habit stacking menunjukkan bahwa pengulangan kecil yang dilakukan setiap hari jauh lebih efektif dibanding belajar lama tetapi jarang dilakukan.
Sederhananya:
Terutama untuk pembelajaran bahasa.
Karena anak membutuhkan paparan berulang, bukan sekadar teori.
Ini mungkin alasan paling penting.
Karena faktanya, jadwal belajar lebih sering gagal bukan karena orang tua tidak peduli, tapi mempertahankan rutinitasnya jauh lebih sulit.
Coba luangkan waktu 15 menit:
maka realisasinya bakal terasa ringan bagi anak maupun orang tua.
Perubahan besar sering kali lahir dari kebiasaan kecil yang bertahan lama.
Dulu, anak mungkin hanya bisa belajar Bahasa Inggris di sekolah.
Sekarang, mereka bisa melatih kemampuannya lewat berbagai media, seperti:
Anak yang merasa nyaman dengan Bahasa Inggris biasanya lebih mudah beradaptasi dengan dunia tersebut.
Muncullah kekhawatiran di kalangan orang tua, “Kalau anak saya kesulitan Bahasa Inggris sejak kecil, apakah nanti dia akan tertinggal?”
Kekhawatiran itu sangat wajar. Namun para ahli justru mengingatkan, rasa percaya diri lebih penting daripada kesempurnaan sejak dini.
Anak tidak harus langsung fasih. Yang lebih penting adalah:
Tidak harus selalu bersifat formal, anak malah sering terpapar dan belajar Bahasa Inggris lebih cepat lewat aktivitas sederhana sehari-hari.
Berikut beberapa ide sederhana yang realistis dilakukan di rumah.
Pilih:
Tujuannya bukan langsung memahami semuanya.
Biasakan telinga anak untuk mendengar Bahasa Inggris.
Ulangi kata-kata penting dalam kehidupan sehari-hari sang anak
Orang tua tidak harus fasih.
Kalimat sederhana pun sudah membantu:
Anak belajar dari kebiasaan kecil yang terus diulang.
Anak lebih mudah mengingat sesuatu yang terasa menyenangkan.
Coba:
Belajar yang terasa seperti bermain biasanya membuat anak lebih bertahan lama.
Meski hanya beberapa menit, membaca cerita membantu:
Saat ini, banyak platform belajar digital yang dirancang:
Bagi orang tua sibuk, ini membantu proses belajar menjadi lebih praktis tanpa harus selalu menyiapkan materi sendiri.
Tanpa sadar, banyak orang tua terlalu fokus pada koreksi.
Padahal, anak yang terlalu sering dikoreksi justru bisa menjadi takut:
Padahal rasa percaya diri biasanya muncul lebih dulu sebelum kemampuan berkembang lebih jauh.
Anak perlu merasa, “Tidak apa-apa salah. Yang penting mencoba.”
Karena keberanian mencoba adalah fondasi utama dalam belajar bahasa.
Mungkin inilah hal yang sebenarnya paling ingin didengar banyak ibu.
Anak tidak membutuhkan:
Yang mereka butuhkan sering kali jauh lebih sederhana:
Kadang perkembangan anak terjadi diam-diam.
Satu kata baru. Satu kalimat yang mulai berani diucapkan. Satu momen ketika anak mulai belajar sendiri tanpa diminta.
Dan semua itu bisa dimulai dari 15 menit kecil setiap hari.
Dunia tempat anak-anak tumbuh sekarang berubah jauh lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Teknologi berkembang. Peluang kerja berubah. Informasi bergerak tanpa batas.
Namun ada satu kemampuan yang terus membuka banyak pintu: kemampuan untuk berkomunikasi dengan percaya diri.
Dan kabar baiknya, membangun fondasi itu tidak selalu membutuhkan perubahan besar.
Kadang cukup dimulai dari:
Meskipun sibuk. Meskipun belum sempurna.
Karena pada akhirnya, anak sering kali tidak mengingat apakah proses belajarnya sempurna.
Tetapi mereka akan mengingat bahwa belajar pernah terasa menyenangkan dan mungkin untuk dilakukan.
Platform pembelajaran digital modern seperti LearningRoom semakin membantu orang tua membentuk kebiasaan kecil namun konsisten dalam belajar Bahasa Inggris di rumah melalui:
Bagi banyak keluarga, tujuannya bukan lagi menciptakan rutinitas belajar yang sempurna — melainkan membangun rutinitas yang berkelanjutan.
***
Previous
Pendidikan Berkualitas, Bangsa Cerdas
Next
Peluncuran LearningRoom & CSR Panti Asuhan
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
10 Jun - 3 min read
Paling banyak dibaca
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read
01
10 Jun - 3 min read