Published on December 29, 2025
Bagikan artikel:
Pemberlakuan bahasa Inggris sebagai mapel wajib di Sekolah Dasar mulai Tahun Ajaran 2027/2028 menuntut kesiapan serius, terutama dari sisi kompetensi guru.
Di tengah keterbatasan jumlah guru bahasa Inggris di banyak daerah, pelatihan guru berbasis digital menjadi pendekatan strategis untuk memastikan kesiapan pembelajaran yang terukur, scalable, dan berkelanjutan.
Bagi pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan kepala sekolah, tantangan ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan tenaga pengajar, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran bahasa Inggris yang relevan dengan konteks siswa SD.
Kesiapan guru bahasa Inggris SD masih menjadi pekerjaan besar di berbagai wilayah. Banyak sekolah dasar belum memiliki guru bahasa Inggris dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang memadai, sementara waktu menuju 2027 semakin terbatas.
Pelatihan konvensional berbasis tatap muka sering terkendala oleh faktor biaya, waktu, serta keterbatasan jangkauan khususnya bagi para guru dari daerah terpencil.
Akibatnya, peningkatan kompetensi guru berjalan lambat dan tidak merata, sehingga berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas pembelajaran bahasa Inggris antar daerah.
Pelatihan guru bahasa Inggris berbasis digital menawarkan pendekatan yang lebih adaptif terhadap tantangan tersebut.
Contohnya melalui Learning Management System (LMS), yang berfungsi sebagai fondasi pembelajaran terukur, sekaligus pusat kendali pembelajaran: mulai dari modul, evaluasi, hingga sertifikasi.
Setiap aktivitas guru terekam secara sistematis, sehingga memudahkan pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan berbasis data. Baik itu menyangkut perluasan program, pendampingan lanjutan, ataupun penyelarasan kurikulum.
Beberapa manfaat lain dari LMS, antara lain dapat:
- Diakses kapan saja tanpa mengganggu jam mengajar
- Menjangkau guru di berbagai wilayah secara serentak
- Menyediakan data progres dan capaian belajar secara real-time
- Menekan biaya logistik pelatihan tatap muka
Model ini memungkinkan pemerintah daerah dan sekolah untuk memantau kesiapan guru secara objektif, bukan sekadar berdasarkan kehadiran pelatihan, tetapi berdasarkan hasil dan peningkatan kompetensi nyata.
Micro-credential menjadi pendekatan pelatihan yang semakin relevan untuk guru SD. Alih-alih pelatihan panjang yang sulit diikuti, guru dapat menyelesaikan modul-modul singkat dengan fokus kompetensi spesifik, seperti:
- Metodologi pengajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini
- Penguatan speaking dan listening dasar
- Penggunaan media digital interaktif dalam kelas SD
Setiap micro-credential dapat menjadi indikator kesiapan guru dalam mengajar bahasa Inggris, sekaligus dasar pengembangan karier profesional guru secara berkelanjutan.
Sebagai platform pembelajaran digital yang telah digunakan di berbagai daerah, LearningRoom menghadirkan program pelatihan guru bahasa Inggris SD berbasis LMS yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Program pelatihan LearningRoom mengintegrasikan:
- Kurikulum bahasa Inggris SD yang kontekstual
- Modul micro-credential yang fleksibel
- Pendekatan blended learning (mandiri & pendampingan)
- Sistem monitoring capaian kompetensi guru
Implementasi di sejumlah daerah menunjukkan bahwa pelatihan berbasis LearningRoom membantu sekolah dan Dinas Pendidikan mempercepat kesiapan guru, sekaligus memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Lebih dari sekadar pelatihan, pendekatan digital memungkinkan pemerintah daerah membangun ekosistem peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan.
Guru tidak hanya “siap mengajar” menjelang 2027, tetapi juga terus berkembang seiring kebutuhan kurikulum dan teknologi pembelajaran.
Dengan pendekatan yang tepat, tantangan keterbatasan guru dapat diubah menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris secara merata di seluruh Indonesia.
***
Previous
Game Interaktif, Belajar Inggris Efektif
Next
Ide Kreatif Belajar Inggris Bersama Anak
02 May - 3 min read
10 Jun - 3 min read
29 Jul - 3 min read
29 Jul - 3 min read
29 Jul - 3 min read
29 Jul - 3 min read
02 Aug - 3 min read
02 Aug - 3 min read
Paling banyak dibaca
01
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read