Published on May 06, 2026
Bagikan artikel:
Awalnya saya pikir anak saya memang tidak suka bahasa Inggris.
Setiap kali diminta belajar, jawabannya hampir selalu sama.
“Sulit…”
“Males ah…”
“Nanti saja ya ma…”
Setelah mau belajar, baru beberapa menit fokusnya hilang.
Saya sempat berpikir:
apakah anak saya memang malas belajar.
Tapi kini saya mulai menyadarinya.
Anak saya bukan tidak mau belajar.
Dia hanya takut.
Takut salah ucap.
Takut jawabannya keliru.
Takut merasa gagal.
Akhirnya saya baru sadar:
selama ini anak saya bukan membenci bahasa Inggris.
Dia hanya tidak nyaman dengan cara belajarnya.
Mereka hanya kadang merasa:
Hal-hal inilah yang kita sering menilainya:
“anak malas belajar.”
Padahal kenyataannya bisa jauh lebih kompleks.
Ada anak yang sebenarnya ingin mencoba, tapi takut salah.
Ada juga yang kesulitan mengikuti cara belajar yang terlalu formal dan terasa membosankan.
Lama-lama, mereka mulai menjauh dari pelajaran.
Bagi banyak anak SD, bahasa Inggris bukan pelajaran baru.
Tapi pengalaman yang buat mereka takut salah.
Terlebih bila proses belajarnya hanya berupa:
Belajar pun menjadi seakan tekanan, bukan proses yang menyenangkan.
Anak-anak tidak belajar dengan cara yang sama.
Beberapa anak lebih mudah memahami lewat:
Dan, ketika proses belajar jadi lebih ringan, respons anak bisa berubah jauh lebih cepat.
Saya mulai berhenti memaksa anak untuk langsung “bisa”.
Ataupun hanya terlalu fokus pada:
Kini, saya mencoba proses belajar yang lebih nyaman bagi anak.
Saya menggunakan:
Secara perlahan namun pasti, sesuatu berubah.
Anak saya mulai:
Sejak itu, saya paham:
masalahnya bukan anak saya yang membenci bahasa Inggris.
Selama ini dia hanya belum menemukan cara belajar yang membuatnya merasa:
“Aku ternyata bisa.”
Kadang kita terlalu fokus pada hasil.
Meski anak kita terlihat:
kemudian langsung menilai bahwa:
anak tidak serius.
Padahal, bisa jadi sebenarnya anak sedang kesulitan menemukan cara belajar yang cocok untuk dirinya sendiri.
Di usia anak-anak, rasa nyaman saat belajar punya pengaruh besar terhadap motivasi mereka.
Hari ini, ada banyak pendekatan belajar yang bisa kita coba.
Pembelajaran tidak lagi hanya soal:
Banyak diantaranya mulai menggabungkan:
Terutama bagi anak, belajar biasanya terjadi lebih baik ketika mereka merasa:
Jadi, belum tentu anak kita membenci bahasa Inggris.
Mungkin mereka hanya belum menemukan pengalaman belajar yang nyaman untuk mereka bertumbuh.
Dan sering kali, perubahan itu malah muncul dari hal-hal kecil:
ketika anak tidak merasa takut lagi untuk mencoba.
***
Previous
Ide Kreatif Belajar Inggris Bersama Anak
Next
Alasan Anak Wajib Mulai Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini?
02 May - 3 min read
10 Jun - 3 min read
29 Jul - 3 min read
29 Jul - 3 min read
29 Jul - 3 min read
29 Jul - 3 min read
02 Aug - 3 min read
02 Aug - 3 min read
02 Aug - 3 min read
Paling banyak dibaca
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read
01
02 Aug - 3 min read